Mitos Megapixel yang Salah

 

Saat membeli kamera digital orang selalu berpatokan pada angka megapixel yang besar. Apakah mitos ini besar? Jawabannya salah. Berdasarkan hasil penelitian, 95% pembeli kamera percaya megapixel besar berarti hasilnya semakin baik. Ini menunjukkan adanya mitos megapixel.Padahal seberapa tinggi pun tingkat kepandaian orang dalam menggunakan kamera, faktor terakhir yang perlu dipertimbangkan saat membeli kamera adalah jumlah pixel.

Pada kenyataannya makin banyak pixel, juga bisa merusak hasil gambar. Memiliki kamera hanya dua pixel sudah cukup untuk dicetak dalam foto standar 6×4 inci secara sempurna. Ini sama dengan resolusi Full HD TV. Lima hingga enam megapixel lebih dari cukup untuk segala kebutuhan. Bahkan untuk pencetakan sebesar poster tetap kelihatan bagus di resolusi ini.

Akibat mitos megapixel ini, malah melupakan faktor yang lebih penting, pencahayaan. Yang lebih penting saat mengambil gambar adalah lebih banyak pencahayaan, bukan lebih banyak pixel-pixel untuk menghasilkan foto. Jadi singkirkan perhatian dari makin besar pixel makin bagus, dan pusatkan pada komponen utama dalam mengambil gambar yaitu lensa dan sensor.

Sangat mudah dalam meneliti lensa kamera. Makin banyak, makin besar lensa maka makin banyak cahaya yang bisa masuk dalam sensor kamera. Ukuran lensa sangat penting dalam memilih antara kemudahan memotret dengan kualitas foto yang dihasilkan. Oleh karena itu kamera prosumer atau dslr yang memiliki ukuran lensa yang lebih besar akan lebih mahal karena bisa menangkap cahaya lebih baik.

 

 Di situasi siang hari, kebanyakan kamera sudah cukup mendapat cahaya untuk menghasilkan foto berkualitas. Namun saat pencahayaan kurang, lensa kompak akan kedodoran menghadapi kamera yang lebih besar. Sensor sama seperti gambar yang direkam, dan sama seperti lensa juga makin besar makin baik. Sayangnya untuk mengetahui ukurannya membingungkan dan tersimpan dalam lembar spesifikasi.

Biasanya akan tersedia 1/2.5 dan 1/2.3 inci untuk kamera kompak. Ukuran 1/1.7 dan 1/1.63 inci untuk ukuran sedang. Semakin besar semakin baik, dan semakin besar megapixel yang ditambahkan ke dalam sensor ini, berarti masing-masing pixel menjadi semakin kecil.

Pakar Kamera Berbicara

Bila anda pergi ke toko hendak membeli kamera maka kemungkinan besar penjual akan mengusulkan anda membeli kamera dengan megapixel yang tinggi dengan alasan “lebih bagus”. Apa iya benar begitu?

Jawabnya ya dan tidak.

“Ya” bagi mereka yang membutuhkan resolusi tinggi dan bisa menjamin lingkungan bekerja selalu dalam kondisi cahaya yang cukup dan “tidak” bagi mereka yang cukup dengan mengandalkan cahaya alami dan tidak membutuhkan foto beresolusi tinggi seperti kebanyakan dari kita.

Penjelasan

Megapixel (= juta pixel) adalah satuan jumlah titik (pixel) sensor cahaya pada sebuah bidang berbentuk kotak. Sensor ini adalah penangkap gambar di kamera anda. Anda bisa membayangkannya sebagai sebuah matriks dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar. Semakin besar megapixel berarti semakin banyak pula titik penyusun matriks tersebut dan semakin kecil titik-titik sensornya. Semakin kecil titik sensornya maka semakin buruk pula daya tangkapnya terhadap cahaya (ini adalah hukum fisika dan kita tidak bisa mengubahnya). Semakin buruk daya tangkapnya mengakibatkan data warna yang terekam semakin tidak akurat. Singkatnya, warna di foto dapat menjadi buram dan penuh titik-titik yang mengganggu.

Salah satu kelebihan dari megapixel yang tinggi adalah kita bisa mencetak foto lebih besar. Bila kamera 6 megapixel bisa dicetak hingga 25,5 x 17 cm maka kamera 12 megapixel bisa dicetak hingga 36 x 24cm (dengan asumsi pencetakan dengan resolusi ideal 300 titik per inci). Tentu anda bisa mencetak lebih besar daripada angka di atas tapi cetakan foto anda akan mengalami penurunan ketajaman (hasil cetak foto dari kamera 6 megapixel ke ukuran cetak 60 x 90 cm terlihat baik-baik saja dari jarak normal, bukan dari jarak sangat dekat).

Adakah kelebihan kamera bermegapixel rendah? Ada. Kamera bermegapixel lebih rendah lebih mampu menghasilkan warna-warna yang lebih natural dan masih mampu menghasilkan foto yang baik pada kondisi redup tanpa tata cahaya tambahan. Hal ini karena titik-titik sensornya lebih besar sehingga bisa menangkap cahaya lebih banyak pada waktu yang lebih singkat dan lebih bersih dari noise.

Pada umumnya hasil foto kamera bermegapixel tinggi akan baik-baik saja pada kondisi pencahayaan yang cukup seperti pagi dan siang hari. Kekurangan kamera ini baru akan terlihat pada foto yang diambil pada saat cahaya redup seperti magrib dan malam hari.

Lalu siapa yang diuntungkan dari kamera bermegapixel tinggi? Mereka yang bekerja berhubungan dengan media cetak seperti majalah dan periklanan. Umumnya mereka selalu menggunakan tata cahaya sendiri sehingga tidak terpengaruh kondisi cuaca, dengan demikian kamera bermegapixel tinggi mereka selalu dapat menghasilkan gambar yang baik.

Jika seumur hidup anda belum pernah mencetak foto lebih besar dari 5R maka anda akan baik-baik saja dengan kamera 3 megapixel. 

Diolah dari beberapa sumber: inilah.com dan fotopraktis.blogspot

About Mulyaji Bin Raban, S.Kom.

Sekarang menekuni pekerjaan Part time sebagai IT Service Engineer di salah satu perusahaan software dari negeri tetangga dan Freelance di bidang Networking, Web Design & Automation.

Posted on 22 November 2011, in Berita gaya hidup. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Thanks penjelasanx…
    Cz lg cr referensi ttng kamera digital yg murah meriah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s