Minta Naik Gaji? Kenapa Tidak!

Tidak sedikit orang yang bingung, bagaimana sih cara yang tepat dalam meminta kenaikan gaji ke atasan. Nah, biar tidak salah langkah, Anda bisa ikuti tips do’s & don’ts berikut ini.

Business meeting

DO’S

1. Did Survey In The Same Industry

Di kantor Anda menjabat sebagai marketing, misalnya. Nah, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah coba cari informasi di perusahaan lain dengan jabatan yang sama. Hubungilah teman-teman Anda yang bekerja di posisi yang sama dan daerah yang sama. Karena, setiap daerah memiliki standar gaji yang beda.

2. How The Quality Of Your Work

Jawaban yang positif biasanya akan langsung diterima, jika Anda memiliki kualitas kerja di atas rata-rata. Tapi jangan berharap terlalu banyak kalau kualitas kerja Anda standar atau kasarnya pasaran. Lebih-lebih kalau kualitas kerja Anda rendah.

3. Kontribusi Apalagi Yang Bisa “Dijual” Ke Perusahaan

Prestasi apa saja yang sudah Anda “telurkan” selama bergabung di perusahaan tersebut. Bahaslah hal ini saat Anda meminta kenaikan gaji ke atasan. Anda harus mempresentasikannya dengan meyakinkan hal-hal besar yang akan dilakukan. Berapa pun uang yang Anda butuhkan, perusahaan biasanya tidak akan peduli. Perusahaan hanya care akan kontribusi dan kualitas yang Anda sumbangkan.

4. Prepare Supportive Proof

Buktikanlah, kalau Anda layak mendapat kenaikan gaji karena berprestasi dalam bekerja. Fakta atau pun catatan yang dapat membuktikan bahwa Anda memang di atas standar harus dibawa.

DON’TS

1. Jangan Bandingkan Dengan Industri Dan Bidang Yang Beda

Percayalah, kalau hal ini dilakukan, Anda hanya akan makin kesal. Anda bakal resah dengan apa yang sudah diterima sekarang. Ingatlah! Beda industri dan bidang, akan beda juga standar gaji yang diberikan.

2. Jangan Sebutkan Berapa Yang Anda Minta

“Haram” hukumnya Anda mengatakan butuh uang lebih untuk renovasi rumah, bayar hutang, biaya anak sekolah saat meminta kenaikan gaji. Percaya deh, manajemen tidak bakal peduli dengan apa yang Anda perlukan. Perusahaan hanya care pada apa yang bisa Anda jual untuk mendapat lebih banyak omzet bagi perusahaan.

3. Jangan Mengemis Dan Menjual Masa Kerja

Jurus mengemis yang mengiba-iba sangat “diharamkan” dalam meminta kenaikan gaji. Karyawan bermental pengemis sangatlah tidak disukai perusahaan. Hindari juga menjual masa kerja. Meski pun sudah 20 tahun bekerja, tapi kalau kualitasnya biasa saja, perusahaan pasti tidak akan peduli dengan keinginan Anda.

DO’S

1. Did Survey In The Same Industry

Di kantor Anda menjabat sebagai marketing, misalnya. Nah, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah coba cari informasi di perusahaan lain dengan jabatan yang sama. Hubungilah teman-teman Anda yang bekerja di posisi yang sama dan daerah yang sama. Karena, setiap daerah memiliki standar gaji yang beda.

2. How The Quality Of Your Work

Jawaban yang positif biasanya akan langsung diterima, jika Anda memiliki kualitas kerja di atas rata-rata. Tapi jangan berharap terlalu banyak kalau kualitas kerja Anda standar atau kasarnya pasaran. Lebih-lebih kalau kualitas kerja Anda rendah.

3. Kontribusi Apalagi Yang Bisa “Dijual” Ke Perusahaan

Prestasi apa saja yang sudah Anda “telurkan” selama bergabung di perusahaan tersebut. Bahaslah hal ini saat Anda meminta kenaikan gaji ke atasan. Anda harus mempresentasikannya dengan meyakinkan hal-hal besar yang akan dilakukan. Berapa pun uang yang Anda butuhkan, perusahaan biasanya tidak akan peduli. Perusahaan hanya care akan kontribusi dan kualitas yang Anda sumbangkan.

4. Prepare Supportive Proof

Buktikanlah, kalau Anda layak mendapat kenaikan gaji karena berprestasi dalam bekerja. Fakta atau pun catatan yang dapat membuktikan bahwa Anda memang di atas standar harus dibawa.

DON’TS

1. Jangan Bandingkan Dengan Industri Dan Bidang Yang Beda

Percayalah, kalau hal ini dilakukan, Anda hanya akan makin kesal. Anda bakal resah dengan apa yang sudah diterima sekarang. Ingatlah! Beda industri dan bidang, akan beda juga standar gaji yang diberikan.

2. Jangan Sebutkan Berapa Yang Anda Minta

“Haram” hukumnya Anda mengatakan butuh uang lebih untuk renovasi rumah, bayar hutang, biaya anak sekolah saat meminta kenaikan gaji. Percaya deh, manajemen tidak bakal peduli dengan apa yang Anda perlukan. Perusahaan hanya care pada apa yang bisa Anda jual untuk mendapat lebih banyak omzet bagi perusahaan.

3. Jangan Mengemis Dan Menjual Masa Kerja

Jurus mengemis yang mengiba-iba sangat “diharamkan” dalam meminta kenaikan gaji. Karyawan bermental pengemis sangatlah tidak disukai perusahaan. Hindari juga menjual masa kerja. Meski pun sudah 20 tahun bekerja, tapi kalau kualitasnya biasa saja, perusahaan pasti tidak akan peduli dengan keinginan Anda.

Sumber: marketplus.co.id

About Mulyaji Bin Raban, S.Kom.

Sekarang menekuni pekerjaan Part time sebagai IT Service Engineer di salah satu perusahaan software dari negeri tetangga dan Freelance di bidang Networking, Web Design & Automation.

Posted on 21 Desember 2011, in Berita karier, Karier, Tips karier. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s